Swasta diajak Pemerintah untuk Turut Mengembangkan Alat Kesehatan

300

Pemerintah Republik Indonesia sudah membuka jalur investasi untuk asing 100% pada bidang industri kesehatan. Darmin Nasution selaku MENKO Perekonomian pernah berujar

Indonesia mempunyai potensi dalam meningkatkan sektor industri produk kesehatan yang bisa mendukung ekonomi nasional.

Akan tetapi, dari data KEMENKES akan kebutuhan ALKES (alat kesehatan), 90% di antaranya adalah ALKES impor. Menurut Pak Darmin, peraturan yang ada saat ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi impor serta meningkatkan produksi ALKES dari negeri sendiri.

Melalui usaha inovatif itu, perlindungan terhadap produk alkes dari Indonesia akan kuat. Selain itu, juga menyediakan probabilitas investasi dari PMA (penanaman modal asing) ataupun dari domestik.

Darmin juga berharap agar semua pihak, baik industri atau distribusi jual alat kesehatan bisa bekerja bahu-membahu untuk mempromosikan produk karya anak bangsa.

alat kesehatan murah

Meski demikian, terkait ketersediaan alat kesehatan di Indonesia, sistem eKatalog yang ada memang memiliki celah baik dari pelaksana maupun penyedia. Seperti yang paling sering dikeluhkan di daerah-daerah terpencil adalah keterlambatan datang atau pemenuhan barang yang sudah dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Kendala distribusi umumnya turut andil dalam masalah ini. Di lapangan, produk alkes memiliki kemasan yang besar namun dengan biaya yang tidak sebanding dengan ongkos kirimnya. Sehingga, kebanyakan distributor menunda mengirim hingga “kuota” nilai barang / alat kesehatan terpenuhi (biaya kirim tertutupi).

Lokasi yang jauh memang sudah tidak dapat dirubah lagi. Yang bisa dirubah adalah perencanaan dari masing-masing installasi pemerintah dalam membuat perencanaan ketersediaan alat kesehatan di wilayahnya masing-masing. Jika memungkinkan, dibuat perencanaan pengadaan alat kesehatan untuk estimasi satu tahun ke depan atau per semester (6 bulan). Sebab, jika bulan ini produk habis sedangkan pemesanan baru dilakukan bulan ini juga, untuk daerah luar pulau Jawa umumnya memakan waktu 2 minggu sampai 1 bulan lebih bisa sampai produk yang dipesan tersebut.

Sehingga, sangat riskan jika dalam waktu selama itu installasi tidak memiliki persediaan cadangan (buffer). Akhirnya, muncul pernyataan di masyarakat kalau menggunakan BPJS, alat kesehatannya habis melulu. Padahal, ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Semoga masalah ketersediaan dan distribusi alat kesehatan menjadi lebih baik dan lancar lagi ke depannya.

 

SHARE